Twitter

Tampilkan postingan dengan label Masa SMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masa SMA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Agustus 2012

Catatan Lebaran H-6 = Buber, Buber Everywhere...

Yeah,
H-6 lebaran itu...
buber, buber everywhere :|

H-6 lebaran, seminggu penuh dengan jadwal buka puasa di luar. Dan semuanya secara nggak sengaja bisa runtut menimpa daku yang bingung dengan buber-buber ini -____-

Senin 13 Agustus, aku iseng ngajak keluar adik kelasku, Mirra. Dan doi ternyata juga lagi pengen keluar gara-gara suntuk di rumah. Yaudah jadi dah sore hari aku jalan-jalan motoran keliling kota Tuban sama doi, dan berhenti di pantai Boom untuk jalan-jalan lagi, pake kaki. Dulu, aku pernah ngajak doi ke sini buat hunting foto, sayangnya doi ada latihan dance dan alhasil aku pun hunting sendiri. Dan sore itu pun akhirnya kami habiskan dengan bercerita-cerita sambil foto-foto geje di pantai. Sampai akhirnya pukul 17.15, kami cabut dari sana dan pergi ke warung lesehan dekat PGRI untuk berbuka makan penyetan. Lumayan, gara-gara doi bentar lagi ulang tahun, aku dibayarin jadinya. Hahaha ~ *mukanebeng


Selasa 14 Agustus, sesuai dengan SMS yang dikirim bro Gecol bahwa doi bakal main ke Tuban hari ini, jadilah aku, Gecol dan Fandy jalan-jalan sore ke pantai depan klenteng untuk sekedar berbagi cerita satu sama lain. Udah lama gak ketemu mereka, by the way. Makanya aku sendiri juga betah ngobrol lama sama sohib-sohib yang satu ini. Kami akhirnya buka bersama di soto ayam Lamongan jalan Basuki Rahmat.


Rabu, 15 Agustus, gara-gara Danes baru ngasih tau Gecol sorenya kalo doi besok mau main ke Tuban, hari ini pun aku kembali bergumul dengan Gecol dan Fandy lagi. Tapi kali ini lengkap sama Danes. Gecol sendiri yang rencananya mau pulang tanggal ini ke Jombang pun bela-belain menunda sehari kepulangannya demi bisa sama temen-temen lamanya ini, terharu please :') Oh iya, segmen Selasa dan Rabu ini gak perlu aku jelasin panjang lebar. Selengkapnya baca aja ulasan khususnya di artikel yang berjudul Reuni Kopi Darat.


Kamis, 16 Agustus, buka bersama OSIS beberapa generasi di aula SMA Negeri 1 Tuban. Di sini nih, asik. Ketemu sama mas-mas angkatan OSIS yang lebih tua, jadi berasa lebih muda *eh. Di sini enak makannya prasmanan. Dan yang paling penting adalah suasana sharing malam harinya setelah shalat tarawih dan witir, membahas beberapa hal, dan yang terpenting tentang permasalahan yang sedang dialami OSIS SMA Negeri 1 Tuban periode terbaru. Karena, seperti kabar yang sudah beredar, tahun ini tidak ada pasca MOS di SMA Negeri 1 Tuban. Padahal pasca MOS sendiri adalah momen pamungkas penutup rangkaian acara MOS yang bisa mengakrabkan seluruh siswa dan menyisakan kenangan yang takkan terlupakan hingga lulus nanti. Sayangnya tahun ini tidak ada. Dan di forum sharing ini pun masalah dibahas menyeluruh sampai ke akar-akarnya dan berbagi solusi untuk MOS tahun depannya.


Jumat, 17 Agustus, rencananya hari ini mau buka bersama dengan XII IPA 3, namun sayang sekali Bapak dan Ibuk sorenya ngajak mudik langsung ke Padangan. Padahal, aku udah janji sama Tia buat mbantuin doi dan keluarganya nyiapin buka bersama ini di rumahnya. Aku jadi ngerasa bersalah terus gara-gara ini -___- mana yang datang buka bersama dikit, jadi semakin merasa eman. Mau nggak mau, ya aku akhirnya menikmati buka bersama keluarga besar di rumah Kuncen ini yang akhirnya tetep bikin aku kepikiran teman-teman lama yang sedang berkumpul dan bernostalgia masa SMA dulu. Ini ada foto XII IPA 3 saat rekreasi dulu, diambil di bus, dan... goyang :|


Sabtu, 18 Agustus, hari ini pun rencananya ada buka bersama kelas XD. Tapi jauh hari sebelumnya aku sudah mengabarkan ke temanku yang ikut membantu mengadakan buber bahwa kecil kemungkinan aku bisa ikut buber yang satu ini. Gimana ndak, ini H-1 lebaran :| apalagi biasanya Bapak ngajak mudik H-3 kalo H-2. Buber IPA 3 yang Jumat aja akhirnya gak jadi, ya sudah hari ini aku hanya bisa membayangkan suasana teman-teman lama yang sedang berkumpul bersama dan berbagi ceritanya masing-masing. Aku juga udah lama gak ngumpul dan ketemu sama teman-teman kelas X di SMA ini. Tapi mau gimana lagi, ya sudah lah. Semoga tahun depan bisa bertemu dengan mereka. Hari ini aku nikmati dengan buka bersama keluarga besar di Kuncen lagi, dengan suasana khidmat H-1 lebaran yang diiringi takbiran di mana-mana, dan... petasan :|

Kamis, 16 Agustus 2012

Kopi Darat, Reuni Sahabat dan Nostalgia Masa Berempat

"Mbiyen kene wes onok rencana gawe rekaman ngono kok." ujarku kepada Fandy, sahabatku yang dulu ku kenal di masa SMP.


Dua hari kemarin, Selasa dan Rabu (14-15 Agustus 2012) aku seakan kembali lagi ke masa SMPku dulu. Kebetulan, Tuhan mempertemukanku kembali dengan sahabat sekaligus rekan bermusik jaman SMP, Gecol (Rizki Nurrachman), Fandy (M. Affandy), dan Danes (Danes Putra K.)

Dulu aku pernah membentuk band dengan orang-orang ini. Dan saat itu ya kami hanya bermain musik sekenanya, sebisa kami. Lalu perjalanan bermusik kami pun dipenuhi cerita penuh warna, intrik, bahkan kadang juga ada konflik. Namanya juga anak baru gede masa SMP. Ketika itu kami tidak bisa mengontrol emosi dengan baik.

Ada cerita di mana Gecol ndak mau ngeband lagi gara-gara gak cocok sama Danes. Terus ada juga rencana mau ngeluarin si Danes dari band dan Danes ngotot ingin Fandy dikeluarkan juga kalo dia jadi dikeluarin. Lalu ada bergabungnya personil baru, Faruq dan Marvel, yang akhirnya saat itu hanya Marvel yang bertahan hingga kami membentuk band dengan nama "Save Ozone."

Panjang ceritanya kalau mau dijelasin di bagian sini. Ntar aja deh kalo ada waktu aku mau posting lagi tentang "Save Ozone Band" *brb *minum teh

Oke, kembali ke cerita kopi darat dan nostalgia sahabat.

Jadi, berkumpulnya aku dengan orang-orang ini lagi itu awalnya berkat rencana Gecol yang pengen kumpul bareng lagi sama Aku dan Fandy yang kebetulan juga lagi ada di Tuban. Yang perlu dicatatkan di sini, Gecol sudah pindah ke Jombang. Dia ke Tuban cuman kalo ada perlu, macem bikin SIM dan ngurus surat-surat dan se-tetek bengeknya. Nah, kebetulan Selasa minggu ini dia lagi bikin SIM di Tuban, dan doi ngabarin aku mau ngajak main-main ke kota ke rumahnya Fandy, sekalian ngabuburit dan buka bersama.

Singkat cerita, aku dan Geccol ketemu di rumah Fandy, dan setelah bercerita sebentar di sini, kami memutuskan untuk pergi ke pantai dulu sembari nunggu jam lima sore. Dan di pantai ini lah, kami melanjutkan bercerita tentang kehidupan masing-masing.

Banyak yang berubah dari mereka.

Fandy, dulu dia berpostur kecil, dan sekarang... tetep yang berpostur paling kecil seh :|
Mungkin dari foto dibawah gak kelihatan, tapi..
surely, he's still the same, ahahahaha~


Entah bagaimana awal kejadiannya, doi ternyata uda jadian sama temen SMAku, Cicin. Dan ternyata doi emang kalo pacaran itu ndak jauh-jauh dari lingkungan SMA Negeri 1 Tuban -__________-
dia sih ceritanya uda lebih dari empat sampai lima anak, se angkatanku sak adik kelasku, yang pernah dipacarin dan mbulet di sekitar sini aja. Padahal, Fandy yang dari SMP 3 ini melanjutkan ke SMK Negeri 1 Tuban, dan itu jaraknya ya lumayan dari SMA 1 -_-
Well, soal asmara, yang penting sekarang Fandy udah nemuin orang buat njalin hubungan serius.

Yang aku kagum dari seorang Fandy, dia nggak ngelanjutin kuliah, tapi dia adalah satu-satunya diantara kami  yang sudah mampu membiayai hidupnya sendiri. Dia kini bekerja membangun usaha sebagai desainer grafis. Dan pekerjaan utamanya adalah mendesain LKS yang dikirimkan ke sekolah-sekolah per semesternya. Sungguh, aku iri sama doi yang sedari muda sudah membangun usaha. Sedangkan aku, cuman mahasiswa perkuliahan yang lagi nyari kerjaan sampingan :|


Gecol, masih tetap getol dalam dunia musik.
Di bawah ini fotonya yang aku ambil saat kopi darat dengan Danes malam hari, sih.


By the way, diantara kami ya cuman Gecol yang masih sering ngeband. Dulu, doi adalah keyboardist karbitan yang aku rekrut buat ngisi bagian piano di band. Tapi aku sendiri juga gak tau gimana, seiring berjalannya waktu, doi malah jago ngedrum dan sekarang lagi seneng-senengnya bikin video self-titled yang ngelihatin tampangnya lagi gitaran dan nyanyi-nyanyi sendiri di YouTube.

Emang sih, kemampuan keyboard-nya dulu biasa-biasa aja. Terus pas SMA, kebetulan satu SMA juga sama aku, skill main drumnya yang malah menonjol. Dan akhirnya, aku membentuk band lagi di SMA sama Gecol dengan formasi aku di vokal dan doi ngedrum, dengan nama "YowWest Band". Sekedar untuk tahu aja sih, band bentukanku sama Gecol ini semacam band yang anti-kelas RSBI. Jadi, di band ini itu ada personil dari IPA 2 (Youngki Yudha), IPA 3 (Aku dan Yanto), IPA 4 (Yopi), IPA 5 (Anul), dan IPS (Gecol) sedangkan di SMAku itu kelas RSBI adalah IPA 6, IPA 7 dan IPA 8 Aksel. Hahahahah. ~

Di pantai ini, aku, Gecol dan Fandy pernah menghabiskan Minggu pagi bersama, jaman SMP dulu. Sama Marvel juga sebenernya. Sayangnya hari ini gak ketemu dan uda lama doi gak ada kabar.

Aku, Gecol, dan Fandy menghabiskan waktu di pantai hingga pukul lima sore.
Nyempetin foto bertiga juga di sini, hehe



dan kami akhirnya berbuka bersama di soto ayam lamongan jalan basuki rahmat depan bank Mandiri.

Oh iya, saat cerita di pantai itu, ternyata ada kabar bahwa si Danes mau ke Tuban esok harinya. Akhirnya Gecol yang tadinya mau balik ke Jombang Rabu, jadi mengundurkan hari kepulangannya sampai Kamis demi berkumpul dengan sahabat-sahabatnya ini. Aku, Gecol dan Fandy pun sepakat mengakhiri perjumpaan kami hari ini setelah selesai sholat maghrib di masjid Darussalam, dan berjanji untuk bertemu lagi esok harinya, bersama Danes juga.

Singkatnya, Rabu, pukul 17.00....
Akhirnya aku berkumpul lagi dengan Gecol dan Fandy, dan sekarang ditambah Danes.

Ngomong-ngomong tentang Danes, doi adalah temanku dari TK.
Ini foto dia yang aku ambil waktu kopi darat malam hari,


Dari masa di mana aku masih mengalami diskriminasi sosial berbau rasis karena kulit hitamku. Aku juga sering berantem sama nih anak dari kecil, hehe. Pas SD perutnya pernah aku tinju gara-gara gregetan sama sikapnya dulu yang suka laporan ke orang tua kalo dia lagi kenapa-kenapa. Dan bener aja, waktu itu juga aku langsung dimarahin ibu habis-habisan gara-gara ibunya Danes bilang ke ibuku kalo aku habis menganiaya dia di mobil jemputan. Hahahaha~

Dulu badannya kurus, sekarang dia yang paling subur diantara kami berempat. Dia sekarang juga lagi kuliah satu universitas sama aku. Cuman beda fakultas aja. Dia di FEB, Ekonomi Pembangunan, sedangkan aku di FISIP.

Dari rumah Fandy, kami langsung cus ke mie ayam depan istana disc. Melanjutkan bercerita di warung ini. Dan ternyata Danes itu juga baru aja beli kamera Nikon D90. Aku sama dia pun terlibat pembicaraan sedikit tentang kamera.

Ada yang lucu, dan hanya berubah sedikit dari kebiasaan kami berempat.

Tiap kami kumpul, kalo ada cewek di sekitar kami, pasti langsung kami jadikan bahan pembicaraan dan main nggojloki satu sama lain. Dulu, yang paling sering godain cewek itu si Gecol. Parahnya doi itu kayak gak punya urat malu. Tiap ada cewek cakep lewat di depan, pasti dia langsung spontan teriak "Cewek!"
Dan sayang sekali, tiap cewek yang digituin pasti cuman melengos aja, hahahaha.
Tapi alhamdulillah, sekarang mungkin dia udah operasi urat malu dan cenderung lebih pendiam daripada dulu.

Setelah berbuka puasa di warung mie ayam, kami melanjutkan sholat di masjid Darussalam. Lalu malamnya, aku, Danes dan Gecol mengantar Fandy pulang karena Fandy tidak bisa meninggalkan sholat tarawih di lingkungannya. Sedangkan aku, Danes dan Gecol lagi meliburkan diri dari tarawih malem ini, hehe.

Ah, hampir kelupaan.

Reuni hari ini semakin terasa lengkap gara-gara waktu ngisi bensin di Sleko kami berempat bertemu dengan Bayu, bassist Save Ozone Band formasi baru. Bayu ini dulu partnernya Adin, gitaris Save Ozone Band formasi baru yang sudah lama tidak terdengar kabar tentangnya. Rumah mereka berdua juga dekat, sama-sama di Rengel, tapi Bayu sendiri bilang kalo dia juga uda lama gak denger kabar dari Adin...

Sayang sekali perjumpaan dengan Bayu ini sangat singkat. Doi lagi keluar sama pacarnya. Jadi kami berempat ndak mau ganggu dulu waktu pribadinya. Hahaha.

Akhirnya aku, Gecol, dan Danes memutuskan untuk kopi darat di pantai sembari nyantai dan melanjutkan berbagi cerita tentang kehidupan masing-masing.


Oke, foto di atas diambil dengan self-timer 10sec dengan aku yang kebetulan pose inosen.

Oh iya, cerita tentang Danes... doi itu menghabiskan masa SMP di Tuban. SMA dia pindah ke Gresik, dan akhirnya bertemu lagi denganku di jenjang universitas.
Doi banyak main futsal, ceritanya sih. Aku dan doi ngobrol banyak juga tentang futsal. Akhirnya aku sama doi pun juga sepakatan mau sparring antara jurusanku versus jurusannya doi, suatu hari nanti.

Aku, Gecol dan Danes mengenang jaman SMP dulu bareng-bareng. Kami juga saling menceritakan satu sama lain tentang jurusan dan perkuliahan masing-masing. Sampai akhirnya pukul 21.00, kami memutuskan untuk pulang dan mengakhiri reuni kecil ini.

Satu hal yang aku cerna dari dua hari perjumpaan dengan teman lama ini,

Bertemu dengan sahabat lama itu serasa menemukan kembali diri ini ke dalam pribadi yang semula.

Aku berharap, suatu hari nanti Tuhan mempertemukan aku lagi dengan sahabat-sahabat lamaku ini, dengan keadaan masing-masing yang telah berkembang dan membawa cerita kesuksesan.

Amin.

Senin, 16 Juli 2012

Karnaval, dan Ceritaku Tentang Karnaval Dari SMP Hingga SMA

Baru saja hari ini, Senin 16 Juli 2012, kota Tuban melangsungkan sebuah karnaval.



Karnaval di Tuban itu semacam pameran variasi adat dan budaya Indonesia (khususnya daerah Tuban) yang ditonjolkan secara visual, seperti yang terlihat dari foto di atas (diambil dari barisan tengah SMA Negeri 1 Tuban) dan pesertanya berjalan kira-kira sejauh 10 kilometer dari Alun-Alun Kota Tuban sampai Gedung Olahraga yang ada di daerah Patung. 

Well, acara akbar yang diadakan rutin tiap tahun sekali pada bulan pertengahan tahun ini diikuti oleh SMA, SMP, dan sederajat se-kota Tuban dengan tema-tema tertentu tiap sekolah.

Seperti biasa, karena karnaval diadakan sore, orang-orang yang mau menonton karnaval harus berangkat sedari siang. Biasanya jam 12 sampai jam 2 siang. Karena di atas jam segitu, jalanan sudah ramai dan sulit dilewati. Hari ini aku juga telah janjian sama teman-teman Manos (Mantan OSIS) untuk berkumpul di rumah Ayu sebelum bersama-sama menonton karnaval di jalan raya dekat rumahnya Ayu. Aku datang jam 2 siang, karena sebelumnya ngurusin trailer video COMMCAMP ON SEMPU dan makan dulu di rumah. Dan sesampainya di rumahnya Ayu, aku bertemu lagi dengan Tia, Cipenk, Ayu, Sandy, dan Mamat yang kemarin malam sudah bernostalgia sembari makan martabak dan terang bulan yang dibelikan Fredy. Sayangnya, Fredy nggak ikut nonton karnaval. Aku juga bertemu dengan Youngky, A'an, Shelma, Ipeh dan adiknya, serta dari Manos angkatan atas ada Mas Aldio dan Mas Bayu.

Kami pun berangkat nonton karnaval pukul 3 sore dan berjalan kaki melewati gang-gang sempit untuk sampai ke jalan Basuki Rahmat. Dan sesampainya di sana, jalanan sudah padat, penuh dengan orang-orang dari berbagai penjuru kota yang berkumpul untuk sekedar menonton kerabatnya yang ikut karnaval ataupun memang berniat menonton karnaval dari awal sampai akhir.

Selang beberapa menit, akhirnya muncul barisan pertama yang diawali oleh barisan Garuda dari SMK Pelayaran Tuban. Lalu disusul barisan kedua oleh SMP Negeri 1 Tuban.



Dulu, aku mengenyam pendidikan tingkat menengah di sini. Dan sayangnya aku nggak pernah ikut karnavalnya waktu itu gara-gara badanku yang tinggi dan kurus, maybe. Hahaha. Tahun ini SMPN1 ngambil tema Toeban Tempo Doeloe, dimana cewek-cowok barisan depannya berdandan ala pasukan jaman kompeni dengan sepeda tua-nya.



Dan tahun ini, SMPN1 nggak ngeluarin band buat karnaval. Nggak kayak jamanku dulu, dikit-dikit band, dikit-dikit band. Sampe pas karnaval suatu tahun aja pernah ngeluarin band-band doang buat andalan tontonan masyarakat.

Bukannya aku benci atau alergi sama band. Tapi gak tau rasanya suntuk aja kalau karnaval diisi sama band. Mungkin gara-gara aku dulu pas SMP keseringan nonton aksi temen-temenku sendiri yang sering muncul juga di mana-mana sih. Tapi emang harus aku akuin, angkatanku di SMP dulu banyak yang berbakat di bidang musik. Jadi, untuk ukuran seorang sepertiku yang cuma bakat masang senar gitar dan masukin kabel microphone ke mixer, sangat tidak diperhitungkan untuk masuk ke jajaran manusia-manusia bersuara emas, dewa-dewa gitar dan raja-raja drummer. Oleh karena itu, jujur, aku rada gak suka ada band di karnaval itu juga karena ada sedikit rasa cemburu sama mereka yang punya bakat bisa tampil di atas mobil pick-up dan dipelototin orang banyak sepanjang jalan Veteran-Basuki Rahmat-GOR. Tapi ya sudahlah, itu hanya kepingan kecil dari sebuah keinginan besar yang aku punya dari masa SMP: membentuk sebuah band, rekaman bikin lagu sendiri, dan menjadi terkenal bukan karena mengikuti pasar tetapi pasar-lah yang mengikuti style kami. Hahaha.

Skip,

SMA Negeri 1 Tuban ada di urutan ketiga.



Untunglah.

Jadi nggak perlu nunggu lama untuk menyaksikan penampilan sekolahku tercinta ini di karnaval.
Mengusung tema Ronggolawe dan Sri Huning, SMA-ku masih dengan tradisinya yaitu 'mengorbankan' siswa kelas X yang baru masuk untuk dijadikan pasukan karnaval dari barisan depan sampai akhir. Lihat aja ekspresi mereka yang didandani ala kesatria jaman dulu ini



Ada pula yang didandani dengan pakaian adat seperti ini,



Awalnya, pengalaman di angkatanku sih, banyak yang ogah-ogahan masuk squad karnaval, dan siswa kelas X yang gak kepilih pada sorak sorai bergembira ria. Tapi akhirnya, justru yang tidak ikut banyak yang iri karena cuman bisa ndengerin cerita-cerita dan pengalaman teman-teman yang ikut karnaval, apalagi pengalaman ikut karnaval ini bakalan jadi kenangan sampai kuliah dan mungkin bahkan sampai tua nanti. Rugi maksimal dah yang SMA-nya nggak pernah susah ikut karnaval macem gini. Termasuk juga untuk pengalaman masa MOS nih. Haha. Oke, itu lain cerita. Kembali ke tahun 2008, dimana ingatanku masih tersimpan cerita saat aku ikut mengisi barisan depan SMA Negeri 1 Tuban, menjadi Putra dari Aceh, dan berpasangan dengan Dyah, temanku SMA yang sekarang kuliah di FK Unair.


Saat itu aku ingat betapa susahnya mencari pinjaman baju yang cocok di salon-salon dan tukang jahit. Bahkan, aku juga ingat, H-2 sebelum karnaval aku dan sahabatku Adi Sapies mengalami insiden kecelakaan di jalan dekat SMA, yang mengakibatkan jari kelingking Adi cacat hingga sekarang. Aku hanya cacat sedikit di bagian tulang telapak tangan kanan. Tapi Adi, dia harus operasi dan memasang pen di jari kelingkingnya .
I still remember that moment. And I feel sorry, deeply sorry for that accident, brother. Aku masih bisa mengikuti karnaval karena berhasil memperoleh pinjaman baju dari suatu salon. Sedangkan Adi harus terbaring di rumah sakit. Sungguh, pengalaman ini gak akan aku lupakan sampai tua nanti.


Biasanya sih, tiap tahun karnaval itu pasti selesainya maghrib. Dan tahun ini pun demikian. Hanya saja, gak tau kenapa tahun ini lebih membosankan daripada tahun-tahun sebelumnya aku nonton karnaval. Apa karena sekarang aku nontonnya sama teman-teman yang jumlahnya lebih sedikit? Atau, karena delay barisan  antar sekolah yang terlalu lama? Karena sampai jam setengah 5 sore, barisan masih berkutat di urutan 14-16 diantara 30 sekolah yang jadi peserta. Aku dan teman-temanku akhirnya memutuskan untuk pulang pada pukul 04.45 sore.

Setidaknya, aku masih sempat mengabadikan beberapa foto dari barisan karnaval SMP dan SMA Negeri 1 Tuban. :]


Dibawah ini adalah mobil yang disulap jadi semacam minatur stereofoam rumah tempo dulu dari SMP Negeri 1 Tuban,  

Dan yang ini juga ada beberapa mobil dari SMA Negeri 1 Tuban yang dipermak dengan bahan stereofoam menjadi mobil hias dengan logo SMA yang mentereng di depan.

  

Semoga karnaval tahun depan lebih ramai, meriah, dan tidak terkesan membosankan seperti tahun ini.
Amin.

Minggu, 15 Juli 2012

Hari Minggu, Hari Berkumpul, Hari Keluarga dan Hari Reunian

Hello Sunday, yesterday -_-

Setidaknya kemarin Minggu aku benar-benar disibukkan dengan acara keluarga dan acara dengan teman-teman.

Pertama, ada agenda jam 10 pagi, reuni ngumpul rujakan bersama teman-temanku dari XII IPA 3 SMA N 1 Tuban dulu. Rencananya sih di rumahnya Bagus Awaluddin. Tapi setelah aku cek Twitter lagi ternyata jadi di rumahnya Tia. Setelah malas-malasan di rumah sampai jam 9, ternyata keluarga Mas Gawib dari Trenggalek datang hari ini. Aku jadi sungkan untuk keluar. Tapi aku juga udah kangen ngumpul sama teman-teman lama. Jadilah aku bantu-bantu sebisanya sampai jam setengah 11, dan lalu izin ibuku untuk keluar. Sesampainya di rumahnya Tia, aku kira uda telat. Eh ternyata baru ada Adit, temanku yang sekarang kuliah di UI, dan ada mas Hajrul pacarnya Tia. -_-


Hari semakin siang, dan akhirnya aku bertemu dengan teman-teman sekelasku juga. Adit, yang sedari tadi menemani aku ngobrol sambil nunggu teman lainnya, cerita banyak tentang praktek kuliah di prodinya yang pake mayat-mayatan :| Ngeri, tapi ya setidaknya aku hanya bisa mendengar ceritanya dengan seksama. Karena aku dulu juga bercita-cita jadi dokter. Sayangnya SNMPTN Tulis tidak meloloskanku ke kedokteran Undip. Hahaha.


Kelet, Wati, dan Tyana yang meracik rujak dan memotong-motong timun dan bengkoangnya. Lalu Kamali dan Bagus Awaluddin datang melengkapi acara reuni kecil-kecilan ini. Aku menyebut nama Bagus dengan lengkap pake Awaluddin, karena di kelas XII IPA 3 ada dua orang Bagus. Dan sayangnya, Bagus yang lainnya, yaitu Bagus Setya Budi tidak datang. Padahal aku berharap ia bisa ikut dan bercanda bersama kami. Bisa dikatakan, aku kangen dengan guyonan khas Bagus Setya, dan Irawan. Tapi Irawan sendiri juga sepertinya masih sibuk dengan Holcim yang jauh di Jawa Barat sana. Aku dan teman-teman di sini pun hanya sekedar cerita-cerita tentang pengalaman masa kuliah dan nostalgia jaman SMA dulu. Singkat, tapi buatku ini ya worth it lah. Kapan lagi aku bisa bertemu dengan teman sekelas SMA-ku seperti ini dan mengulang cerita saat-saat SMA dulu bersama mereka...


Dan jam 14.00, kami pun mengakhiri reuni kecil kami.


Sesampainya di rumah, aku melanjutkan bantu-bantu Bapak Ibuku menyiapkan acara sore yang diisi dengan pengajian dari anak yatim. Acara Aqiqoh ini semakin berkesan bagi keluargaku dan keluarga Mas Gawib yang dari Trenggalek, karena tepat hari Minggu ini setelah rambut dari Javier, ponakanku yang berumur 5 hari dipotong beberapa helai, udelnya ternyata juga ikut terlepas. Kebetulan saudara Mas Gawib ada yang seorang bidan, jadi ketika Bu Iwan, bidan langganan Ibu yang ternyata tidak bisa datang sore ini karena mendadak ada orang melahirkan, masih ada yang bisa menangani Javier. Dan sekarang tidak perlu lagi ada kasa yang membalut perut Javier lagi, hehe. Ini foto waktu Javier dipotong rambutnya oleh Bapak,




Seusai acara keluarga, malamnya aku berkumpul dengan teman-teman OSIS yang rencananya di rumah Ayu.


Aku sempat hampir ketinggalan, melihat HPku dimisscall oleh Tia, tapi akhirnya aku sampai di rumah Ayu tepat saat semuanya akan berangkat mencari makan.


Well, akhirnya kami semua ditraktir Fredy makan martabak dan terang bulan. Lumayan, aku sendiri juga sudah kangen sama martabak dan terang bulan sini. Makasih Fred, hahaha.
Ketemu sama teman-teman OSIS itu serunya ya saat nostalgia tentang LDK, tes OSIS, dan MOS dulu. Kami juga sempat membahas tentang orang tua yang melaporkan kegiatan MOS SMA Negeri 1 Tuban ke Dinas Pendidikan. Tapi ya mau gimana lagi, tuh orang tua uda melapor dan akhirnya Pasca MOS resmi dibatalkan.

Malam ini aku habiskan dengan berbagi cerita sampai jam setengah 10 bersama teman-teman OSIS seperjuangan tahun 08/09/10 Fredy, Cipenk, Tia, Rara, Ayu, Tyas, dan dua OSIS dari generasi 09/10 Sandy dan Mamat. Banyak cerita seru yang membuat kami tertawa bersama. Dan esok, hari Senin, kami berjanji untuk nonton karnaval bareng dan ngumpul di rumahnya Ayu lagi jam 1 siang.
Akhirnya kami pulang, dan sesampainya di rumah aku langsung tidur.
Ngantuk, sob


Untungnya hari ini juga gak ada kiriman bahan artikel dari Pak Erwind. Aku jadi lebih bisa santai hari Minggu kemarin. Hahaha.