Twitter

Selasa, 09 Oktober 2012

Petang Dirundung Gelap


Silau! Aku berseru dalam karung.
Ku diamkan ruang ini menguraiku.
Seakan aku menggila dan tak tahu bertempurung.
Berkasnya tak terbendung, menghujatku dalam beku.

Petang beralaskan bumi,
terkesiap dalam beberapa helai yang ku maklumi.
Gelap merundungi lelap,
terbelalak dalam beberapa waktu yang ku lalap.

Bukan aku hebat menahan kedinginan,
atau aku kuat menjalani kesendirian,
kadang ada penjuru, yang menyebut kesepian,
kadang ada celah, yang merasuki kesunyian.

Tak salah langit menampakkan megah.
Tak salah rumput menapaki tajam.
Hanya sebatang kara yang menjuntai nan gagah.
Tapi peka, membuatku lemah dan terus menghujam,
hitam, tolong hentikan,
sesak ini terus serasa dirajam.


Surabaya, 9 Oktober 2012

Equilibrium


Imbang, tapi tergoyah.
Netral, tapi berpihak.
Tengah, tapi terpinggirkan.

Ada sesuatu yang tak mampu dipahami,
sedalam-dalamnya manusia itu menyelami,
walau kadang terlihat cukup dan mumpuni.

Di ketinggian itu, jangan sok untuk menegak.
Di kediaman itu, jangan sok untuk mendekat.
Di kebimbangan itu, jangan sok untuk mengelak.

Separuh pengertian yang dipenuhi asumsi,
takkan terlalu hebat mempengaruhi persepsi,
jikalau merasa pandai berintuisi,
percayalah, satu hal, akan membuat diam seakan tak berisi.

Lucunya, sistemasi ini.


Surabaya, 9 Oktober 2012

Foto: Kelabu Sembilu


Location Cuban Rais, Secret ground, BSK
Date Taken 06/10/2012 17:29
Camera Canon EOS 650D
F-stop f/8
Exposure Time 1/250 sec.
ISO 3200
Focal Length 42mm


Foto: Kuning Merumput



Location Cuban Rais, Lower ground, BSK
Date Taken 04/10/2012 05:30
Camera Canon EOS 650D
F-stop f/5.6
Exposure Time 1/640 sec.
ISO 100
Focal Length 55mm

Foto: Dirgantara



Location Cuban Rais, Lower ground, BSK
Date Taken 04/10/2012 05:04
Camera Canon EOS 650D
F-stop f/3.5
Exposure Time 1/30 sec.
ISO 100
Focal Length 18mm

Hello, Nice to Meet You (again)

Halo, para pelayar Kertas Bercerita.
Nice to meet you, again.

Sebulan sudah, aku nggak ngeposting apa-apa di blog ini.
Well, banyak yang pengen aku share dan aku ceritain, tapi aku sendiri gatau harus mulai dari mana.

Aku udah ngelewatin banyak momen dan acara, banyak yang aku ikutin, dan ada juga yang aku tinggalin.

Commersale 2 sebagai koordinator dekorasi, HUT Sinematografi ke-10 sebagai koordinator perlengkapan, Baur Sedhalu Komunikasi sebagai anggota keamanan dan perizinan, PUKM Sinema 2012 sebagai ketua... dan aku pernah njalanin ke-empat-empatnya berbarengan.

Okay, mungkin kelihatannya nggak seberapa beban dan aku aja yang berlebihan mikirinnya, tapi kalo aku sendiri yang ngerasain ya mau gimana-gimana pikiranku cuman ngerasain satu hal: JENUH.

Oh iya, aku juga sempat bekerja sebagai content writer di KusukaNetwork, divisi KusukaGadget, tapi sayang hanya bertahan 2 bulan dan aku berhenti karena tidak bisa lagi mengikuti ritme kerja yang dituntut cepat, tepat, dan sempurna. Aku juga kebanyakan kegiatan dan tugas kuliah, sih.
Tapi setidaknya aku beruntung, andai aku masih kerja, pasti aku bakal lebih stress dan bisa-bisa makan indomie mentah sekarung saking depresinya. Cuman ya gitu, aku masih tetep aja ngerasa jenuh, dan pengen bisa rehat sebentar dari kesibukan.

Pengen rasanya aku lari ke gunung, dan sebagian dari ini uda kesampaian di BSK yang terlaksana di Cuban Rais, Batu. Aku sempat motret bukit dan sekitarnya yang tempatnya sedikit jauh dari camp, dan di situ kedengeran suara air terjun yang bikin hati adem ayem. Sayangnya waktu balik ke camp aku malah roboh dan sempat kumat pusing berlebihannya.
Well, ntar habis ini aku posting dah foto di bukit itu yang paling bagus. Sekalian, aku juga pengen ngeshare puisi yang gak sengaja aku bikin pake ketikan di hape doang, dan aku selesaikan di mobilnya temenku Camad, Rabu malam, tepat pas on the way ke Cuban Rais, jadi pioneer dadakan.

Sekarang tanggunganku cuman satu sih. Screening film PUKM tanggal 13 Oktober 2012 di Propadause. Tapi gatau kenapa, mungkin karena kejenuhan yang aku rasain udah terakumulasi dalam pikiran, jadinya masih kerasa beban, beban, dan beban.

Untuk sementara ini, aku lagi gak pengen mikir banyak-banyak. Tapi karena udah kadung jadi tanggung jawab, ya mau gimana lagi, jalani ajalah dulu.

Buat yang gak sengaja baca, sorry ya, kalo tulisanku malah bikin yang baca juga tambah mbeban.

Semangat ae lah,

Salam,
Nahkoda kapal senja.

Senja


Di batas sepi ini tubuhku berdiri,
menyendiri,
dari tiap sisi ramai yang ku jumpai..

Ku merenung, seorang diri.
Merengkuh tiap asa yang terlintas dalam benak,
berteman sebatang garis putih yang melunak,
dengan pedih, ku hempaskan asap yang bergejolak..

Senja,
kau menjadi teman di kala ku buta,
selain petang yang menghantarkanku dalam bara,
ku tiupkan kepulan itu ke arah langit,
melintasi batas fatamorgana kehidupan..

Diksi yang tertulis hanyalah saksi,
kala senja berhimpit dan memucat pasi,
kembali ku sembunyi dalam gelap,
merunduk, terhempas, tertunduk dan tak siap,
kembali ke ujung senja, tanpa sayap..


Surabaya, 9 Oktober 2012